MEIKARTA : Mencari lokasi hunian apartemen yang tepat memang sangat penting. Apalagi mencari hunian vertikal yang tepat tak semudah membalik telapak tangan. Kita harus teliti dengan lokasi, fasilitas bahkan nilai hunian tersebut.
Ya, apartemen bisa juga dijadikan investasi dikemudian hari. Namun, hal itu harus terlihat dari lokasi yang strategis agar nilai investasi bernilai tinggi. Kawasan industri menjadi tambang emas yang bisa mendokrak nilai investasi apartemen.
Salah satu lokasi yang strategis untuk dijadikan investasi adalah kawasan Cikarang. Di sana terdapat, enam kawasan industri dan menjadi kawasan industri terbesar yang ada di Indonesia. Hal itu bisa dimanfaatkan untuk berinvestasi properti dan lambat laun hunian akan mahal.
Salah satu kawasan yang strategis di Cikarang adalah Meikarta. Pengembangan Kota Baru Meikarta dikelilingi tujuh industri sekaligus. Tercatat, terdapat tujuh kawasan industri di Cikarang. Di antaranya kawasan industri MM2100, Delta Silicon I, EJIP, BIIE, Jababeka I, Jababeka II, dan Delta Silicon II. Kawasan industri di Kota Delta Mas dan Delta Silicon II yang berada di bawah grup Lippo.
Keberadaan kawasan-kawasan industri tersebut secara tidak langsung memantik peningkatan demand akan tempat tinggal yang aman serta strategis bagi ratusan ribu karyawan di dalamnya.
Tak tanggung-tanggung, Lipoo Group sebagai pengembang mengucurkan nilai Rp 278 Triliun untuk membangun Meikarta. Proyek ini diangkat sedemikian rupa oleh Lippo Group sebagai terobosan bagi terlahirnya Jakarta Baru, yang berlokasi di ujung timur Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Terkini, setelah diluncurkan sukses penjualan 200 ribu unit apartemen Meikarta. Pembangunan tahap pertama di atas lahan 500 ha bakal dibangun fasilitas umum hingga komersial, mulai dari Rumah Sakit, sekolah, hingga pusat perbelanjaan.
Ya, apartemen bisa juga dijadikan investasi dikemudian hari. Namun, hal itu harus terlihat dari lokasi yang strategis agar nilai investasi bernilai tinggi. Kawasan industri menjadi tambang emas yang bisa mendokrak nilai investasi apartemen.
Salah satu lokasi yang strategis untuk dijadikan investasi adalah kawasan Cikarang. Di sana terdapat, enam kawasan industri dan menjadi kawasan industri terbesar yang ada di Indonesia. Hal itu bisa dimanfaatkan untuk berinvestasi properti dan lambat laun hunian akan mahal.
Salah satu kawasan yang strategis di Cikarang adalah Meikarta. Pengembangan Kota Baru Meikarta dikelilingi tujuh industri sekaligus. Tercatat, terdapat tujuh kawasan industri di Cikarang. Di antaranya kawasan industri MM2100, Delta Silicon I, EJIP, BIIE, Jababeka I, Jababeka II, dan Delta Silicon II. Kawasan industri di Kota Delta Mas dan Delta Silicon II yang berada di bawah grup Lippo.
Keberadaan kawasan-kawasan industri tersebut secara tidak langsung memantik peningkatan demand akan tempat tinggal yang aman serta strategis bagi ratusan ribu karyawan di dalamnya.
Tak tanggung-tanggung, Lipoo Group sebagai pengembang mengucurkan nilai Rp 278 Triliun untuk membangun Meikarta. Proyek ini diangkat sedemikian rupa oleh Lippo Group sebagai terobosan bagi terlahirnya Jakarta Baru, yang berlokasi di ujung timur Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Terkini, setelah diluncurkan sukses penjualan 200 ribu unit apartemen Meikarta. Pembangunan tahap pertama di atas lahan 500 ha bakal dibangun fasilitas umum hingga komersial, mulai dari Rumah Sakit, sekolah, hingga pusat perbelanjaan.
Ledakan Penduduk Ancam Kesejahteraan Warga Jakarta
MEIKARTA : Setiap tahunnya jumlah penduduk Indonesia bertambah 4,5 juta jiwa. Sementara, posisi Jakarta sebagai tujuan favorit kaum urban masih tak tergoyahkan.
Dampak ledakan penduduk Indonesia dan Jakarta saat ini memang bikin miris. Selain kemacetan yang semakin menjadi-jadi, kasus kejahatan dan kekerasan di ibu kota juga tak terelakan.
Statistik pemerintah Jakarta menunjukkan, jumah penduduk yang resmi pada tahun 2017 sudah melewati 10 juta. Pada 2012, jumlah penduduk Jakarta tercatat 9,7 juta jiwa. Tahun 2016 menjadi 10,3 juta jiwa.
Jumlah ini tampaknya bakal terus melonjak karena harapan masyarakat kepada Jakarta sebagai gerbang menuju kehidupan lebih baik masih tinggi. Meski dalam skala lebih kecil, kenaikan jumlah penduduk yang signifikan juga akan terjadi di kota besar lain seperti Surabaya, Medan, Bandung, dan Makassar.1
Kehidupan yang makin keras di Jakarta pada dasarnya terkait erat dengan kesenjangan yang melebar antara kemampuan kota memasok kebutuhan hidup sehari hari. Di antaranya, yang paling mencolok, adalah ketimpangan antara pasok listrik dan air bersih, pembuangan sampah, ruang terbuka hijau, dan transportasi umum dengan kebutuhan masyarakat.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah mengingatkan bahwa ketimpangan tersebut, bila jumlah penduduk terus meroket, akan membuat Indonesia terperangkap krisis pangan dan energi.
Dunia bawah tanah pun makin sulit dikendalikan karena persaingan makin ketat untuk memperebutkan sumber nafkah yang legal. Banyak harta dan nyawa telah melayang akibat maraknya kejahatan jalanan dan yang terorganisasi.
Selain itu, para penjahat juga ahli dalam memanfaatkan kawasan padat penduduk untuk melakukan transaksi illegal, dan menyembunyikan barang-barang hasil kejahatan. Mereka memanfaatkan orang kalangan bawah sebagai kaki tangan untuk melakukan berbagai pekerjaan seperti mengecoh para penegak hukum.
Tak Semua Mimpi Akan Terwujud di Jakarta
MEIKARTA : Perbedaan kelas di ibu kota Jakarta kini memang masih terasa sangat kental. Hal ini sangat dipengaruhi oleh faktor kesenjangan sosial antarmasyarakat. Kehidupan masyarakat di Ibu Kota memang terasa mewah. Namun, di tengah kemewahan itu masih banyak masyarakat Ibu Kota yang hidup kekurangan.
Negara Indonesia merupakan negara berkembang yang kesenjangan sosialnya sangat tinggi. Teknologi yang canggih di era globalisasi ini dengan mudahnya berkembang di tengah-tengah masyarakat ibu kota Jakarta.
Kerasnya hidup di Jakarta digambarkan oleh sebuah laporan Badan Pusat Satistik (BPS). Laporan hingga Februari tersebut menunjukkan sekitar 60 persen warga Jakarta bekerja di sektor informal alias kaki lima. Artinya, mereka bekerja tanpa kontrak, dibayar tak sampai separuh dari upah minimum provinsi (UMP), jam kerja di atas ketentuan yang berlaku, setiap saat bisa kehilangan pekerjaan tanpa pesangon, dan bahkan dianiaya oleh majikan.
Kondisi tersebut juga membuat mereka terpaksa tinggal berjubel di permukiman padat penduduk yang dibangun secara asal jadi di berbagai kawasan tak layak huni di Jakarta. Maka tak heran jika mereka rentan mengalami gangguan kesehatan jiwa dan jasmani. Bagaimana tidak, selain kotor, kawasan tersebut juga rawan kekerasan.
Kebakaran juga menjadi ancaman serius bagi mereka. Setiap tahunnya ada saja kebakaran yang terjadi di kawasan kumuh Jakarta. Bangunan asal jadi, jaringan kabel listrik amburadul, kompor berkarat, dan rumah kayu adalah penyebab utama malapetaka yang telah menelan banyak korban jiwa dan harta tersebut.
Mimpi mereka tentu makin hancur ketika menghadapi kenyataan bahwa anak-anak harus putus sekolah. Apalagi ketika mereka menyadari bahwa para bocah di Jakarta sangat rentan terhadap pengaruh dunia kejahatan.
Kenyataan miris tersebut ternyata tak membuat kendur para pembuat film untuk tetap menjual kemewahan Jakarta. Lihat saja, wajah Jakarta sebagai sebuah kota yang bergelimang kemewahan masih mendominasi layar TV dan bioskop.
Suka atau tidak, pengaruh film memang sangat besar di Indonesia karena minat baca orang Indonesia sangat rendah. Ini dibuktikan sebuah survei The World’s Most Literate Nation oleh The Central Connecticut State University pada tahun 2016. Dari 61 negara yang disurvei, menurut penelitian ini, minat baca orang Indonesia berada di peringkat 60.
Maka jangan heran bila makin banyak orang daerah percaya bahwa Jakata adalah mimpi indah bagi semua orang. Bagi mereka, soal Jakarta sebagai penghancur mimpi hanya isapan jempol.


Post A Comment:
0 comments: